Showing posts with label Kalau Blog Belum. Show all posts
Showing posts with label Kalau Blog Belum. Show all posts

October 16, 2009

Muhammad Jusuf Kalla Ingin Terus Berbuat Baik Untuk Bangsa


Muhammad Jusuf Kalla Ingin Terus Berbuat Baik Untuk Bangsa


Ingin Terus Berbuat Baik untuk Bangsa Pengantar Redaksi : Muhammad Jusuf Kalla adalah sosok pengusaha yang beralih menjadi seorang politisi. Selain pernah menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, dia juga menjadi Wakil Presiden RI kesepuluh setelah Wapres Pertama, Mohammad Hatta. JK—panggilannya— dikenal sebagai sosok yang lugas berbicara, terus terang dan cepat, serta berani mengambil keputusan. 
Slogannya, lebih cepat lebih baik, terasa menyentak di tengah gaya kepemimpinan yang dinilai penuh keraguan dan terlalu hati-hati. Beberapa hari menjelang masa jabatannya sebagai Wakil Presiden RI berakhir, dia berkenan menjawab pertanyaan pembaca Kompas melalui Rubrik ”Kompas Kita”. JK menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu pada Rabu (14/10) sore di ruang kerjanya di Istana Wapres, Jakarta. *** 
 Setelah mengakhiri jabatan tanggal 20 Oktober mendatang, apa rencana Bapak? Apakah Bapak akan benar-benar pulang kampung di Makassar seperti janji pada masa kampanye atau suatu saat justru kembali tampil sebagai calon presiden pada masa datang? (Atik Fadilatul Husna, Tangerang) Saya ingin tetap berbuat yang baik untuk bangsa dan negara dengan mengabdikan diri di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi, yakni dengan basis mengembangkan ekonomi, seperti masuk ke green energy. 
Bagaimana pengembangan energi berbasiskan alam itu bisa dikembangkan di Indonesia sehingga kita dapat meningkatkan kemampuan di bidang energi. Ini sekaligus juga memperbaiki lingkungan. Ke politik, rasanya sudah cukup. Pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar, dulu menjadi anggota MPR. Kalau menjadi calon presiden, saya kira tidak. Tahun 2014 itu saya juga harus memahami usia saya. Apakah Bapak yakin pasangan SBY-Boediono bisa membangun negeri pada lima tahun mendatang? Kalau Bapak memang mendukung, apa bukti dukungan Bapak? (Roy Nababan, Depok, Jabar) 
Saya yakin pemerintahan baru bisa membangun negeri ini. Sebab, beban-beban ekonominya sekarang sudah jauh lebih ringan dibandingkan dulu. Dengan dua contoh saja, seperti proyek listrik 10.000 megawatt dan program konversi minyak tanah ke elpiji, yang akan selesai tahun depan, pasokan listrik dan penghematan bahan bakar minyak akan terjadi sehingga ada penghematan sampai Rp 100 triliun setiap tahunnya. Berkurangnya beban negara akibat dua program itu akan terjadi terus-menerus sehingga subsidi yang menjadi beban negara berkurang. 
Belum kalau proyek lainnya, seperti jalan tol, bandara, PDAM, dan lainnya yang sudah saya rintis berjalan juga. Kontribusi yang bisa saya lakukan adalah dalam bentuk pikiran alternatif yang didasarkan pengalaman. Selama menjabat Wapres, berapa ketentuan seperti UU yang telah ditandatangani dan bisa berdampak negatif terhadap perusahaan keluarga? (Jackson B Bintang, Bekasi)... Yang pertama, saya tidak pernah menandatangani peraturan apa pun, apalagi undang-undang. Yang tanda tangan UU itu presiden dan DPR. Kalau kebijakan, tentu ada saja. Akan tetapi, perusahaan keluarga saya lebih banyak berhubungan dengan masyarakat dan bukan pemerintah. Misalnya, penjualan mobil dan lainnya. Kalau terkait kebijakan pemerintah, saat pengumuman kenaikan harga BBM, penjualan mobil langsung drop. Kebijakan lainnya, kenaikan tarif pajak, juga membuat penjualan mobil turun. Meski usia sudah 67 tahun lebih dan kesibukan yang tinggi sebagai pejabat negara, Bapak saya lihat sehat-sehat saja, apa resepnya? Oh, ya kebanggaan saya adalah peranan Bapak mewujudkan perdamaian di Aceh dan lainnya. 
Sebab, tidak semua pemimpin mampu mewujudkan itu. (Nurkomala, Pondok China, Depok) Sejak muda, saya joging. Kira-kira usia 20 tahun sampai sekarang ini, saya masih selalu berolahraga. Saya juga hidup dan makan teratur. Itulah kuncinya. Dan, saya juga tidak pernah membawa persoalan ke rumah. Semua pekerjaan saya usahakan bisa diselesaikan di kantor. Soal apresiasi terhadap Aceh, saya tentu berterima kasih. Saya baru saja baca buku tentang Bapak yang berjudul Solusi JK. Isinya sangat menarik dan, terus terang, melalui buku tersebut, saya mengenal dan mengetahui Bapak orang yang seperti apa. Mengapa buku tersebut tidak diterbitkan sebelum Pilpres 2009? Kalau buku itu diterbitkan sebelum pilpres, mungkin saja rakyat lebih banyak yang memilih Bapak? (V Yudhoyo Trianto, Setu, Tangerang Selatan) Buku itu ditulis oleh Dubes Indonesia untuk Rusia DR Hamid Awaluddin.
Buku itu untuk semacam pembelajaran bagaimana mengelola dan menyelesaikan tugas-tugas di pemerintahan. Memang buku itu akan diterbitkan pada akhir jabatan dan tidak untuk ajang kampanye. Di perusahaan keluarga, apa jabatan Bapak sekarang? (Idham Kasim) Ya, tidak ada posisi apa-apa karena semuanya sudah saya serahkan kepada keluarga. Sebagai pemegang saham sekarang pun tidak. Apa yang membuat Bapak berpisah dengan Pak SBY? Dalam pilpres kemarin, saya dengar ada isu munculnya pengkhianat di Partai Golkar yang membuat Bapak gagal memenangi pilpres. Apakah Bapak tahu soal itu? (Mohammad Azhar) Kalau ditanya apa yang membuat saya berpisah dengan Pak SBY, ya pada saat Pak SBY tidak mau bersama- sama lagi dengan saya. Jadi, bukan saya yang memutuskan duet itu. Sebenarnya saya tidak ingin (berpisah), tetapi Pak SBY sendiri. Itu pilihan Pak SBY sendiri. Soal pengkhianatan di tubuh Partai Golkar, saya juga mengetahui. Itu, memang, semacam musuh dalam selimut. 


Akan tetapi, itu hal yang biasa dalam organisasi. Namun, jelas, hal itu akan menjadi catatan saya dalam hidup. Menurut Bapak, program apa yang strategis, tetapi belum sempat dilaksanakan pemerintah sampai sekarang? (Andi Najmi Fuadi, Jakarta) Semua program strategis yang diputuskan di kabinet, semua dilaksanakan. Ada yang sudah sempurna, ada yang belum sempurna. Ada yang berjalan penuh dan ada yang belum tercapai Sebenarnya, apa faktor kekalahan Bapak di pilpres? (Deffy Lisa Hardjono, Jakarta) Yang menang itu lebih populer. Itulah sebabnya saya kalah karena saya kurang populer dibandingkan Pak SBY. Pembangunan kawasan Indonesia timur, khususnya infrastruktur di Makassar, terkesan ”kejar tayang”. 
Apakah ini terkait rencana Bapak yang akan pulang kampung? (Harry, Cimanggis) Pembangunan infrastruktur di kawasan timur adalah bagian dari Republik ini sehingga pembangunannya harus sama seperti pembangunan yang dilakukan juga di Pulau Jawa atau Sumatera. Jadi, tidak ada perbedaannya. Bahwa mungkin di Makassar lebih menonjol, itu karena banyaknya partisipasi di masyarakat. Contohnya, di Sumatera tidak ada yang berani membangun jalan tol. Hanya di Makassar yang berani. Itu pun swasta. Saya tidak melihat seperti itu. Perusahaan keluarga saya di Makassar berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak dengan pemerintah. Misalnya, membangun mal dan hotel. Itu kan hubungannya dengan masyarakat. 
Apalagi keluarga saya membangun bermacam-macam kegiatan, seperti sekolah yang terbaik di Makassar dan sosial lainnya. Pak JK, saya kecewa kenapa Bapak bisa kalah di Pilpres 2009? (M Ferryandika, Medan) Kalau kecewa tentu pasti. Akan tetapi, saya ikhlas saja. Pak JK, bagaimana susunan pengurus DPP Golkar yang baru? Sebagai kader di Sukabumi, saya merasa heran mengapa Rizal Mallarangeng bisa menduduki jabatan strategis, padahal kader muda Golkar di antaranya tidak kalah. Sebut saja seperti Yudi Chrisnandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Poempida Hidayattulah. Justru mereka tidak masuk dalam kepengurusan DPP Golkar? (Rangga Tyas Wicaksono, Cibadak) Kalau Anda heran, saya juga heran. 
 Pengalaman apa yang paling diingat Pak JK terkait dengan sifat berterus terang itu? (Juita Kartini, Jakarta) Kadang-kadang sikap berterus terang itu, orang suka salah tanggap atau kurang dipahami. Akan tetapi, beberapa waktu kemudian orang baru paham apa yang saya maksud. Apakah Pak JK bersedia menitipkan atau menyarankan program kampanyenya dulu, yaitu ”Mampu” atau Modal Usaha Mandiri Untuk Pemuda kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar program tersebut dapat dijalankan? (Ambardi Nasution, Jakarta) Program itu memang sangat penting. Nanti saya akan berusaha memberikan pandangan-pandangan kepada Presiden. 
 Bapak memiliki naluri bisnis yang tajam. Apakah Bapak berminat menuangkan ide kreatif bisnis Bapak ke buku seperti yang ditulis Presiden Yudhoyono? Ya, siapa tahu saya bisa meniru Bapak untuk berbisnis. (SPD Dwipayanast, Denpasar) Sebenarnya sudah banyak buku yang seperti itu yang disarikan dari pidato-pidato atau pandangan saya. Nanti akan saya buat lagi yang lebih komprehensif pada waktunya. Bapak seorang politisi. Naluri Bapak sebenarnya melayani sesama. Namun, Bapak sempat tergoda ketika melihat bangsa Indonesia butuh Wapres dengan karakter seperti yang dimiliki Bapak. Ditambah, Bapak dikondisikan orang-orang di sekitar untuk maju sebagai capres bersaing dengan Pak SBY. Melihat eksistensi Bapak, tentu dinilai sebagai potensi tidak baik bagi kelangsungan agenda kerjanya sehingga kemudian duet SBY-JK terpaksa berakhir. Bagaimana pendapat Bapak? (Mario Gunarto, Boyolali) Memang, saya juga menyesalkan duet SBY-JK berakhir. Akan tetapi, itu di luar kekuasaan saya. Tuhan menakdirkan lain. 
Karena Pak SBY juga menentukan pilihan yang berbeda. Bagaimana pendapat Bapak mengenai bencana alam yang terjadi di negara kita, apakah mungkin karena pejabat kita masih banyak yang tidak bersih sehingga sumpah jabatan banyak diingkari sehingga akhirnya membawa petaka? (Dominggus Umbu Deta) Ya, bencana alam tetap saja bencana alam. Jadi, sifat alam begitu. Bahwa seorang pejabat itu harus bersih, ya pasti. Memang, Tuhan selalu mengingatkan kita agar kita harus bersih agar mendapatkan rahmat dari Tuhan. Apa kelebihan dan kekurangan Surya Paloh dan Aburizal Bakrie? (Adi Nugroho, Jatinegara)
Saya kira, semuanya baik, sama-sama pengusaha yang punya kemampuan. Siapa tokoh dalam negeri dan luar negeri yang paling banyak berpengaruh ke pribadi dan pemikiran Pak JK? Apa yang akan dirindukan jika tidak menjabat Wapres lagi?(Mahadi Capah, Batam Center) Kalau tokoh dalam negeri, saya kagum kepada Bapak dan Ibu saya almarhum. Saya juga terkesan dengan kepemimpinan Pak Jenderal Jusuf dan Pak GP Solihin. 

Kedua-duanya, saya tahu memiliki karakter yang kuat, keras, dan jujur. Kalau tokoh luar negeri, John F Kennedy. Kalau yang dirindukan jika sudah tidak menjadi Wapres, saya kira adalah tidak adanya kemacetan seperti yang biasa saya tidak hadapi selama lima tahun menjadi Wapres. He-he-he.... (har, Kompas, Jumat, 16 Oktober 2009 )




July 12, 2009

Kalau Blog Belum Menghasilkan

Oleh : Harmen Batubara

Tadinya orang banyak yang ngiler, terlebih lagi kalau dengan satu blog bisa menghasilkan sekian. Lha bagaimana kalau punya sekian Blog,dan seterusnya. Ternyata dalam kenyataannya, tidaklah demikian. Ternyata membuat Blog atau Web yang bisa menghasilkan itu, ya tidak semudah yang dibayangkan. Meski juga, tidaklah sesusah yang disangkakan. Yang jelas. Banyak para pencinta atau pembuat Blog yang masih ngumpetin Blog atau Webnya, mereka belum mau memperkenalkannya kepada orang lain, termasuk kepada temannya sendiri. Begitu juga dengan usaha bisnisnya, mereka masih ragu, membuat produk sendiri atau menjualkan produk kawan.

Tetapi secara perlahan lalu melakukan penjualan produk kawan secara affliasi. Lalu mereka pajangkan di web atau blognya. Niatnya juga sederhana, kalau laku ya sukur, tetapi kalau tidak ya apa-apa. Yang penting Aksi dahulu.
Begitulah, blog atau webnya belum juga didaftarkan, tetapi secara perlahan melakukan sosialisasi perihal keberadaan blog atau webnya. Idealnya memang harus ada mentornya, kalau ada mentor, ya pasti akan lebih mulus jalannya, atau mau bertanya kepada siapa saja, agar tidak terjerumus pada jalan yang salah.

Sayangnya tak semua Blog atau Web mempunyai nasib yang baik, dan ternyata di luar sana ada ribuan blog dan web yang teronggok tidak ternilai banyaknya.Hal seperti ini, tentu akan disikapi macam-macam, bagi sebagian lalu mereka jadi patah semangat, tetapi yang lainnya masih terus berjuang, meski tanda-tanda untuk muncul di jalan yang benar belum juga muncul. Sementara sebagian lagi, memilih kegiatan lain atau melupakan impiannya di dunia maya.

Ada beberapa hal yang perlu jadi bahan pertimbangan untuk melihat karya di Blog atau Web. Bisa jadi memang semangat Blog atau Webnya belum jelas. Kalau ini yang terjadi maka harus dengan cepat-cepat sadar, jangan tersesat di jalan yang salah. Anda harus punya tujuan yang jelas, mau usaha atau sekedar hobi, apakah keduanya, yang penting harus jelas.
Kenapa belum mau terang-terangan memproklamirkan Blog atau Web anda, lakukanlah tidak persoalan seperti apa Blog atau Web anda tersebut. Daftarkan Blog anda ke Situs-situs perkawanan. Cari teman di sana. Mulailah ikutan kumpul-kumpul di Dunia Blogger.Kalau perlu ikut tukar Link, ya anggaplah seperti saling kunjung ke rumah kawan. Sekali sekala, anda ke rumahnya, lain kali dia yang ke rumah anda. Begitu seterusnya.

Kemudian mulailah perbaiki penampilan Blog anda, yang penting enak dilihat dan nyaman dibaca. Memang susah untuk memuaskan selera orang banyak, tetapi yang penting ada perbaikanlah. Sukur kalau perbaikannya mencerminkan selera. Sebab jangan lupa, soal selera pasti tidak aka nada ujungnya. Membuat sesuatu jadi lebih baik, dan mengangeni, pastilah di senangi juga oleh orang banyak.

Ibarat pasar, bisa jadi bukan blog anda yang jelek, tetapi harapan pasar yang terlampau tinggi. Blog anda sebenarnya mungkin sudah bagus. Namun pasar menginginkan lebih dari sekedar itu. Pasar menaruh harapan yang terlampau tinggi terhadap blog anda tersebut sehingga ketika harapan pasar tak mampu dipenuhi, pasar menjadi kecewa. Blog anda jadi sia-sia.
Kurang ide dan biaya. Apakah memerlukan biaya?. Ya iyalah.Mungkin bisa karena ide pengembangan yang kurang atau biaya pengembangan jaringan Blog yang terlampau mahal. Dalam merambah dunia maya, blog dan sejenisnya, tanpa kesiapan kedua hal tadi bisa memperpendek semangat untuk menggelutinya. Kecuali selera blog anda memang beda. Ibarat jualan Rujak. Meski anda jualnya di emperan hotel. Tetapi karena enak, ya past dicari banyak orang. Lha kalau rasanya hanya biasa-biasa saja. Ya inilah hal yang susah.
Jangan lupa persaingan di luar sana juga bisa terlampau keras. Apalagi masuk ke ceruk pasar yang sudah begitu padat, yang diisi para jejaring blog pebisnis internet besar. Nah kalau ini tanpa dibarengi kesiapan yang cukup, bisa membuat semangat anda mengerut , blog anda sulit berkembang. Untuk itu teruslah membaca dan bertukar pikiran dengan kawan maupun lawan.
Hal lain yang perlu disikapi adalah perubahan, terutama perubahan teknologi dan selera pasar. Blog dan dunia maya berhubungan dengan teknologi yang berkembang cepat, anda harus awas dan memperhatikannya. Bila tidak, blog anda akan cepat kadaluarsa.

Hal-hal seperti itulah yang jadi bahan pertimbangan, hal tersebut hanya sekedar catatan kecil saya terhadap penyebab Blog atau Web anda belum bisa diterima pasar. Sama sekali bukan bermaksud untuk membuat anda berpikir ulang atau menghentikan langkah anda untuk maju. Tetap lanjutkan langkah anda dan bukan hanya dunia Blog tetapi mulailah rintis bisnis internet anda dari sekarang. Roma dibangun bukan dalam satu malam.